Direlung yang paling dalam perih terlintas
Halus menyengat , sekilas menembus hati
Segalanya menjadi indah
Ingin dekat dan mendengar
Tertegun kaget aku, tanpa kesan pertama
Bisa biasa , ada kala tiba seketika
Tak bisa ditolak, anugrah Sang Kuasa
Tak perlu mencari akan ada didapat
Andai tak menata diri, bak kuda liar
Lepas mencari sumber
Segala mungkin, segala jurus, lupa usia
Agresif, destruktif egonya
Ketika dapat, seketika habis tanpa sisa
Bukan hanya hangat tapi panas menggelora
Dan lenyap menguap,terasa hampa, tidak menarik lagi
Lalu pergi mencari…………..
Cinta yang seperti ini menyakitkan pada akhirnya
Habis manis sepah dibuang
Yang satu ini lamban dan pasti
Mengalir kecil seturut irama gemercik air sawah
Kadang berhenti mengalir, karena nunggu giliran
Tersenyum, nampak hati- hati menapak
Biarkan terima apa adanya
Menjauh perlu, agar cintanya tidak rusak
Dan menyimpan semua dalam kenangan
Indah dan selalu ada sepanjang waktu
Terasa hangat…..
Tipis antara maya dan nyata
Tapi tidak merusak
Membuat hidup lebih bermakna
Cinta yang seperti ini menyelamatkan
Itulah kasih
Maka cinta dan kasih kadang kolaborasi
Improvisasi, saling mengisi
Dapatkah mengatur itu pada hati dan pribadi?
Rasa dan logika perlu ditanya, mana yang dominan?
Resiko datang………
Apa yang telah kita buat….
Semua pasti berakhir
Tapi kasih dalam kenangan tidak berakhir
Kasih itu sabar, lemah lembut, murah hati, suka memaafkan
Ia tidak mendedam, tidak sombong, tidak cemburu, tidak melakukan yang tidak pantas
Tabah menderita.dan ia menutupi segala sesuatu
Lalu dimanakah aku mau berpaut?
Lalu yang manakah yang aku inginkan?
Atau tidak kedua – duanya
Aku bukan lagi manusia
Tak ada lagi harapan, tak ada lagi kenangan tak ada lagi kebaikan
Kosong dan menakutkan
Aku telah mati dalam hidup……………….
Sungguh kesia – siaan
Silahkan berkomentar. Mana yang anda pilih ?
Rate this post






Komentar terakhir
@*dtcomment*@@*titolopost*@
@*nome*@